SEJARAH BAND LAMB OF GOD

dimulai pada tahun 1990, dimana Mark Morton (Gitar), Chris Adler(Drum), John Campbell (Bass) dan Matt Conner (Gitar) memulai sebuah band bernama 'Burn the Priest' tanpa menggunakan seorang vokalis. Mereka tinggal di satu asrama dan sering berkumpul, berlatih membawakan lagu-lagu seperti Slayer, Pantera, Metallica secara instrumental.

   Mark Morton & Matt Conner berasal dari perguruan tinggi yg sama, yaitu Virginia Commonwealth University, Richmond, Virginia. Kemudian, Mark Morton meninggalkan band, setelah menerima gelar master dari Virginia Commonwealth University dan satu lagi, Matt Conner pun juga ikut mengundurkan diri dari band setelah lulus & bekerja. Akhirnya sekitar tahun 1994, Mark Morton digantikan Abe Spear. Pada tahun 1995, mereka berhasil merilis self-title demo pertama, 'Burn the Priest'. Setelah merilis demo, mereka kemudian merekam dua album split dengan Agents of Satan & ZED. 

 SEJARAH LAMB OF GOD
Tahun 1995, Selesai merekam seluruh demonya, akhirnya mereka menemukan vokalis, David Randall Blythe (Randy Blythe). Di susul pada tahun 1997, Mark Morton yang kembali pada band dan 2 tahun kemudian, mereka merilis album pertamanya dengan judul 'Burn the Priest', melalui Legion Records. Mikey Bronsnan dari Legion Records, mengeluarkan sekitar $ 2.500 untuk merekam dan promo album mereka di Philadelphia, Pennsylvania. Album 'Burn the Priest', di produseri oleh gitaris/ vokalis Today Is the Day, Steve Austin. Abe Spear kemudian di gantikan oleh adik kandung Chris Adler, yakni Willie Adler (Gitaris Kedua) dan saat itu juga mereka menandatangani kesepakatan untuk bergabung dengan Prosthetic Records.


Lamb Of God, New American Gospel dan As the Palaces Burn (2000-2003)

Menurut rumor yang beredar, Burn The Priest mengubah nama mereka menjadi Lamb Of God ketika formasi menjadi Mark Morton (Gitar), John Campbell (Bass), Chris Adler (Drum, Randy Blythe (Vokal) dan Willie Adler (Gitar). Dengan nama baru dan label baru, mereka merilis album kedua yang berjudul, 'New American Gospel', pada bulan September 2000. Patrick Kennedy dari Allmusic merespon ; dari scene metal yang 'merindukan' jenis band dengan musik ala Pantera dengan beat-beat groovy terjawab sudah. Lamb Of God melakukan tur selama dua tahun sebelum merilis album studio ketiga mereka, 'As the Palaces Burn', pada 6 Mei 2003. Kirk Miller dari Rolling Stone memberikan 'As the Palaces Burn' tiga dari lima bintang. Album ini memulai debutnya pada posisi nomor satu album tahun 2003 oleh Majalah Revolver Magazine dan Metal Hammer. Lamb Of God melakukan tur pertamanya di Headbangers Ball, di mana mereka merekam sebuah DVD live dan film dokumenter, 'Terror and Hubris'. DVD 'Terror and Hubris' itu sukses, memulai debutnya di nomor 31 pada chart Billboard 'Top Music Video'.


Asher Of The Wake (2004-2005)

Lamb Of god merilis album 'Ashes of the Wake' pada bulan Agustus 2004 & didistribusikan melalui Epic Records. Debut 'Ashes of the Wake' mencapai nomor 27 di Billboard 200, dan terjual lebih dari 35.000 kopi di minggu pertama. Johnny Loftus dari Allmusic sangat memuji album 'Ashes of the Wake'. Di album 'Ashes of the Wake' ini menampilkan Alex Skolnick & Chris Poland (ex–Megadeth). Mereka mulai mengikuti Ozzfest di tahun 2004 & 2005, Sounds of the Underground tur. Mereka juga di anugerahi Best Album posisi ke-2 & Best Music Video untuk "Laid to Rest" (2005) oleh majalah Revolver Magazine. Sementara tur, band ini mencatat kinerja, merekam film dokumenter dengan nama 'Killadelphia' (DVD dan CD). DVD 'Killadelphia' ini meraih platinum oleh Asosiasi Industri Rekaman Amerika pada tahun 2007. Pada tahun 2006, single pertama 'Laid to Rest', itu tampil sebagai lagu yg dimainkan di Guitar Hero II.


Sacrament (2006-2007)

Pada bulan Agustus 2006, mereka merilis studio album kelima dengan titel, 'Sacrament'. Debut 'Sacrament' mencapai nomor 8 di Billboard 200 dan terjual hampir 65.000 kopi di minggu pertama. Album 'Sacrament' ini menerima ulasan yang umumnya positif dari Cosmo Lee (Stylus Magazine). Ed Thompson dari IGN menyebut 'Sacrament' sebagai salah satu album metal terbaik 2006. Lamb O fGod mulai mengikuti tur 'The Unholy Alliance' bersama Slayer, Mastodon, Children of Bodom & Thine Eyes Bleed. Gigantour bersama Megadeth, panggung utama di Ozzfest & menjadi co-headlining eksklusif di Download Festival. Mereka pernah dinominasikan untuk 'Best Metal Performance' pada 2007 Grammy Awards untuk 'Redneck'. Pada bulan Desember 2007, mereka merilis kembali album 'Sacrament': Deluxe Producer Edition. Tanggal 2 Mei, Lamb Of God mengumumkan via MySpace, bahwa mereka akan rilis DVD 'Walk with Me in Hell' pada 1 Juli 2008. Desember 2008, Lamb Of God melakukan tur dengan Metallica.

Wrath, dedikasi untuk Mikey Bronsnan dan Hit The Wall (2009-2011)

Tanggal 23 Februari 2009, Lamb Of God merilis album studio ke-enam 'Wrath' secara internasional melalui Roadrunner Records. Dan satu hari kemudian, album 'Wrath' di rilis di Amerika melalui Epic Records. Album 'Wrath' ini didedikasikan untuk Mikey Bronsnan, yang membantu mereka di awal-awal terbentuknya Lamb Of God di Philadelphia, PA. Mikey Bronsnan dibunuh oleh seorang pengemudi yang sedang mabuk pada bulan November 2008. Album 'Wrath' memulai debutnya di Billboard 200 pada posisi nomor 2, menjual lebih dari 68.000 kopi dalam minggu pertama. Untuk mendukung 'Wrath', Lamb Of God pada musim semi tahun 2009 memulai pada leg pertama dari tur dunia mereka. Lamb Of God 'Fear Energy Tour' tur, bersama  Children of Bodom, As I Lay Dying dan band pembuka God Forbid & Municipal Waste. Bermain di Eropa pada musim panas bersama Mastodon, Metallica pada 'World Tour Magnetic'. Lamb Of God juga berada di Festival Mayhem 2010 di Panggung Utama bersama Korn, Rob Zombie & Five Finger Death Punch. Paul Waggoner (gitaris Between the Buried and Me) mengisi sesi gitar menggantikan Mark Morton selama Mayhem Festival. Lagu 'Set to Fail' dinominasikan Grammy 2010 kategori 'Best Metal Performance' namun dimenangkan 'Dissident Aggressor' (Judas Priest). Pada bulan Juni 2010, Lamb Of God tampil di panggung utama Download Festival. Ini adalah penampilan ketiga mereka di Download Festival. Lamb Of God juga tampil untuk pertama kalinya di Filipina 'PULP Summer Slam' bersama Testament pada tanggal 17 April 2010. Bermain di India untuk pertama kalinya pada 15 Mei 2010, menjadi headlining festival musim panas di Bangalore.

Pada 19 April 2010, IGN merilis video 'pembuatan' yang menampilkan Lamb Of God yang sedang mengerjakan, single 'Hit the Wall'. Single 'Hit the Wall' ini juga ditampilkan dalam video game Iron Man 2. Pada tanggal 15 Februari 2011, Lamb Of God mengumumkan bahwa 'Hit the Wall' akan tersedia & bisa di beli melalui digital download. Lamb Of God diumumkan sebagai salah satu band (lainnya adalah Baroness) untuk mendukung Metallica tur Australia pada akhir tahun 2010. Dalam sebuah wawancara dg drummer Chris Adler pada September 2010, Lamb Of God masuk studio Februari 2011 untuk mulai mengerjakan album ke 7. Pada bulan November 2010, Chris Adler juga menyebutkan bahwa Lamb Of God akan bekerja lagi dengan produser Josh Wilbur. Pada tahun 2010, Lamb Of God dikonfirmasi sebagai bagian dari soundtrack untuk 'Namco Bandai Games' 2010 dari Splatterhouse. 'In Your Words' dinominasikan untuk Grammy Awards yg ke-53 pada tahun 2011, namun di raih oleh Iron Maiden - 'El Dorado'.


Resolution dan penahanan Randy (2011-2012)

Tanggal 31 Oktober 2011, diumumkan bahwa Lamb Of God akan merilis album studio ketujuh mereka, 'Resolusion pada 24 Januari 2012. Pada tanggal 19 Januari 2012, Lamb Of God merilis sebuah video musik kedua untuk 'Ghost Walking' (lirik). Semua animasi 'Ghost Walking' diselesaikan oleh Moreframes Animation, dan itu ditayangkan Vevo dan YouTube. Februari 2012 LambOfGod tampil di Soundwave Festival - Australia & Download Festival di panggung utama pada bulan Juni.

Randy Blythe dilaporkan telah ditangkap dan ditahan di Praha, Republik Ceko pada 28 Juni 2012 atas tuduhan pembunuhan yang terjadi pada 2010. Penangkapan atas diri Randy membuat show Lamb Of God di Praha, Republik Ceko terpaksa dibatalkan.

0 Response to "SEJARAH BAND LAMB OF GOD "

Post a Comment