Lensa Wide Angle


 Lensa Wide Angle


Lensa Wide Angle mampu memuat gambar dengan sudut yang sangat lebar hanya dalam 1 frame, sehingga sangat cocok untuk fotografi Landscape.
Fungsi lensa wide angle adalah untuk mengabadikan gambar yang memiliki sudut pandang yang luas, dengan lensa tersebut kita akan mendapatkan lebih dibandingkan dengan lensa normal/lensa jenis lain. Lensa Wide Angle tersedia dalam berbagai pilihanfocal length. Focal length tersebut bervariasi, mulai dari Medium Wide Angle, Yang memberikan sudut pandang lebih lebar daripada normal, sampai dengan extreme wide angle yang mampu mengabadikan landscape selebar pandangan mata manusia, dan gambar yang dihasilkan biasanya melengkung.
Lensa wide angle sangat cocok untuk fotografi landscape, serta subjek apapun yang tidak mampu ditampung oleh lensa normal, seperti bangunan dalam jarak dekat.
Focal Length
Kamera apapun dengan focal range <35mm bisa disebut sebagai lensa wide angle. Lensa dengan panjang fokus kurang dari 24mm disebut sebagai lensa ultra wide angle, atau biasa disebut dengan lensa fish eye karena kemampuannya mengabadikan gambar melengkung. Lensa Wide angle yang umum digunakan adalah ukuran 14mm, 17mm, 21mm, 24mm, 28mm dan 35mm.
Lensa wide angle juga tersedia dalam 2 pilihan yakni prime/fixed dan zoom. Keunggulan lensa prime sendiri adalah kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan lensa zoom, namun lensa zoom juga menawarkan flexibilitas yang baik.
Crop Factor
Hal yang disebutkan sebelumnya diatas adalah berlaku untuk kamera bersensor full frame atau kamera dengan 35mm sensor. Namun untuk kamera yang memiliki sensor lebih kecil akan memiliki crop factor. Crop factor akan mempengaruhi focal length suatu lensa, karena sensor yang lebih kecil akan menurunkan efek wide-angle. Namun untuk mengkompensasi hal tersebut banyak perusahaan yang telah memproduksi lensa dengan forcal length yang lebih pendek daripada normal, sehingga mampu menghasilkan wide angle yang sebenarnya.
Sudut Pandang
Dikarenakan kemampuan lensa wide angle mengabadikan area yang luas, hal tersebut akan mempengaruhi perspektif gambar. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Ukuran Subjek
Ketika menggunakan lensa wide angle seringkali kita memposisikan diri sangat dekat dengan subjek. Hal ini akan membuat foreground tampak luas dalam frame serta benda benda yang jauh akan nampak kecil. Lensa wide angle juga memiliki efek “melebih-lebihkan” jarak antar objek, yakni membuat subjek pada jarak sedang dan jauh tampak lebih jauh daripada sebenarnya. Dengan efek tersebut kita bisa “menekankan” subjek di foreground dan mengisolasinya dari background.
2. Distorsi
Karena lensa wide angle bersifat melebih-lebihkan jarak, maka gambar yang dihasilkanpun akan terdistorsi. Yang biasanya membuat subjek lebih panjang dari ukuran aslinya. Distorsi bisa saja menjadi efek yang dinamis/abstrak apabila kita memiliki sense of art yang baik. Namun memotret wajah seseorang menggunakan lensa ini akan membuatnya terdistorsi dan tampak tidak natural.
Depth of Field
Lensa wide angle memiliki Depth of Field yang lebar karena memang diperuntukkan untuk sudut lebar. Hal inilah yang menjadikannya sebagai lensa yang unggul untuk fotografi landscape, terutama ketika kita mempunyai subjek dengan jarak yang berbeda misalkan binatang di foreground dan pegunungan di background kita dapat dengan mudah menampikan keduanya terluhat tajam dalam satu frame. Salah satu kelemahannya adalah kita tidak dapat mengisolasi subjek menggunakan depth of Field untuk membuat blur background.

Kualitas Gambar
Banyak hal yang mempengaruhi kualitas gambar yang dihasilkan oleh lensa wide angle, diantaranya adalah:
1. Aperture
Dikarenakan oleh sudutnya yang luas, lensa wide angle juga mempunyai Depth of Field yang lebar, sehingga baik foreground dan background akan sama-sama tampak tajam. DoF yang lebar dapat sedikit diturunkan dengan bukaan aperture yang terlebar, namun tentunya cahaya yang masuk juga akan semakin banyak. Sebaliknya dengan bukaan aperture yang sempit dapat mengaburkan daerah tepian frame. Untuk mendapatkan ketajaman maksimal, gunakan aperture tengah sebisa mungkin. Hal ini mungkin juga berarti memotret dengan shutter speed yang rendah, oleh karena itu kita perlu menggunakan tripod.
2. Variasi Cahaya
Sinar matahari yang sampai ke bumi secara alami sering berubah-ubah, baik itu karena awan sehingga gelap, tanpa awan lebih terang, langit tampak terang dan tanah tampak gelap. Hal ini sangat umum kita alami, oleh karenanya kita harus benar-benar memahami kondisi sekitar, perhatikan dimana saat-saat terjadi pencahayaan yang seimbang. Filter Graduated ND juga bisa membantu menyeimbangkan exposure antara langit dan tanah/pepohonan.
3. Lens Flare
Karena lensa ini mampu mencakup sudut yang sangat luas, sehingga sangat mungkin matahari juga tertangkap dalam gambar. Hal ini bisa mengakibatkan lens flare bila kita tidak bisa menggunakan exposure yang seimbang. Lens hood bukanlah solusi yang pas, karena mereka dapat menutupi sebagian gambar. Banyak produsen yang sudah berusaha memperbaiki kesalahan ini dengan membuat lensa yang mampu meminimalkan lens flare, namun hal tersebut belumlah sempurna. Jadi kita sendirilah yang harus memutuskan apakah matahari keluar dari frame, disembunyikan, atau dimasukkan frame namun dengan komposisi yang pas.

4. Vignetting
Vignetting adalah bagian yang terlihat gelap di sudut gambar. Hal ini sangatlah umum didapati dari foto menggunakan wide angle lens, namun tentunya lensa dengan harga yang murah akan lebih parah. Tidak ada hal yang bisa kita lakukan secara langsung untuk mengubahnya. Hal yang dapat kita lakukan adalah memeriksa dengan teliti sebelum membeli lensa wide angle apakah disana terdapat vignetting/tidak. Apabila anda sudah terlanjur membelinya, anda dapat mengatasi vignetting menggunakan beberapa software editor gambar.
Alternatif Wide Angle
Alternatif yang lebih murah apabila anda belum mempunyai budget untuk membeli lensa wide angle adalah wide angle conversion lens atau juga disebut dengan wide angle converter. Ini merupakan aksesori yang dipasangkan ke lensa normal. Converter tersebut bekerja dengan cara menyusutkan ukuran suatu benda sehingga kita dapat melihat sudut yang lebih luas. Namun kendalanya adalah, kualitasnya yang kurang baik dibandingkan dengan lensa wide angle, converter tersebut juga tidak dapat dipasangi filter, sehingga tidak bisa mereduksi lens flare. Karena beberapa kekurangan tersebut, wide angle converter hanya digunakan untuk bereksperimen dan merupakan lensa wide angle “mainan”.
Membeli lensa Wide angle
apabila kamera anda bermerk Canon atau nikon, kualitas lensa terbaik adalah produsen yang sama dengan produsen kamera anda. Namun biasanya harganya juga cukup mahal, anda dapat mempertimbangkan merk lain seperti Tokina, Sigma dan Tamron. Sebelum membeli, ada baiknya anda membaca opini dari orang yang telah berpengalaman menggunakannya

0 Response to "Lensa Wide Angle"

Post a Comment