Makanan Khusus Lansia Marak di Jepang




 Lansia


Info Terkini. Pemerintah Jepang meperkirakan bahwa pada 2060, satu dari empat penduduknya akan berusia di atas 75 tahun. Sehingga, tidak mengejutkan jika pasar produksi makanan khusus lansia berkembang pesat di Jepang.
Di Minami Oi Care center, terdapat tiga makanan yang disediakan untuk penghuni lansia, yaitu makanan regular, makanan yang dimasak dengan pengurangan bumbu, serta makanan dengan tekstur jelly.
Untuk para lansia, makanan dipersiapkan dengan memastikan tekstur yang tepat agar mudah dicerna oleh beberapa penghuni panti werdha ini. Ikan mekerel asin, misalnya, disajikan dengan beberapa bagian yang dihaluskan dan disesuaikan.

Proses memasak ikan mekerel dimulai dengan menambahkan daging ikan ke dalam pengaduk dengan kaldu. Adonan dibentuk ke dalam beberapa bentuk, letakkan ke dalam lemari es untuk disiapkan.

Adonan ikan kemudian dipanggang sebentar sebelum disajikan, untuk membuat ikan yang dihaluskan terlihat seperti habis dipanggang. Makanan semacam ini disajikan khusus untuk para lansia yang kesulitan menelan makanan.

"Makanan yang dimasak dengan cara dicampur menjadi adonan dalam mixer adalah hal yang umum di Jepang. Kamu tak akan tahu apa yang kamu makan," kata Sachiko Inoue, Ahli Gizi di Minami Oi Care Center.



"Dan banyak dari mereka yang tidak menghabiskan makanan mereka karena mereka melihat itu tidak enak. Saya ingin konsumen tahu bahwa mereka sedang dilayani dengan makanan yang terlihat dan terasa enak," kata Inoue.

Para lansia di panti werdha ini menikmati beberapa variasi makanan yang diberikan.
"Saya tidak punya banyak gigi. Semuanya lembut dan enak," kata seorang nenek berusia 92 tahun.

Namun, bagi para pemasak di dapur, mmemasak makanan yang menggugah selera, namun juga bernutrisi dan memuaskan merupakan tugas yang sulit.
"Di sini rumah bagi lansia, sehingga menjaga tekstur dan ukuran makanan adalah tugas yang sulit," kata Kepala Koki, Kunio Yamada.
Industri makanan untuk lansia di Jepang naik dua kali lipat pada 2011, dengan keuntungan diperkirakan mencapai US$835juta, atau Rp10,9 triliun.

Saat ini, dengan semakin banyaknya lansia di Jepang, industri ini dapat meraih keuntungan hingga US$23 milyar, atau senilai Rp301 triliun.

Nutri Note, sebuah pabrik makanan yang menyuplai ke Minami Oi Center, berencana memanfaatkan potensi keutungan yang menggiurkan ini.

"Kami berencana membangun pabrik baru tahun depan dan berfokus pada produksi makanan untuk Dysphagia (kesulitan menelan). Ini mengindikasikan harapan kami agar industri makanan ini menjadi lebih besar," kata Shouku Yokoyama.

"Kami akan menyediakan 1,5 milyar yen, atau setara dengan Rp164 miliar," kata Yokoyama.
Banyak pabrikan makanan lainnya mengambil langkah serupa. Beberapa pabrikan makanan merilis sebuah produk makanan jenis bubuk yang dapat dicampurkan kedalam larutan seperti jelly, untuk mencegah agar larutan tidak tumpah.

Tren membuat produk makanan untuk lansia sedang tumbuh Di Jepang. Belakangan, pemerintah Jepang menghimbau agar produk tersebut terlihat seperti makanan rumah, ketimbang produk makanan pabrikan.

0 Response to "Makanan Khusus Lansia Marak di Jepang"

Post a Comment