9 Kuliner Ekstrim Yogya, Mulai Katak Sampai Kelelawar

Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota wisata budaya, namun juga kota kuliner dengan berbagai macam makanan yang siap menggoyang lidah. Tidak heran kota ini tidak pernah sepi dari kunjungan turis, baik itu turis local maupun mancanegara.

Namun tahukah Anda, kota Jogja ternyata juga memiliki hidangan-hidangan ekstrim yang bisa dengan mudah kita jumpai. Selain itu harganya juga cukup terjangkau. Ada kelelawar, katak, ular, sampai kepompong ulat. Berikut adalah 10 makanan ekstrim yang bisa kamu jumpai di Yogyakarta. Berani mencobanya?

Tongseng dan Baceman Kelelawar


Kelelawar atau masyarakat Jogja biasa menyebutnya dengan codhot adalah bahan utama warung tongseng yang dimiliki oleh Ibu Romiyati. Tentu tak terbayangkan bagi sebagian besar orang, hewan malam tersebut dapat dijadikan santapan. Namun dengan keahlian dan resep rahasia, Ibu Romiyati dapat mengolahnya menjadi santapan yang lezat. Tidak hanya itu, tongseng kelelawar ini dipercaya memiliki khasiat tersendiri yaitu dapat menyembuhkan penyakit asma. Untuk dapat merasakan kuliner unik ini Anda dapat mengunjungi warung Ibu Romiyati di Jalan Bantul km 5,5 cukup dengan harga Rp 7.000 saja seporsinya. 

Swike (Katak)


Katak juga bisa disajikan menjadi makanan yang menggugah selera. Warung yang menyediakan masakan olahan katak atau swike memang sudah banyak di beberapa kota di Indonesia. Di Jogja warung swike yang terkenal adalah Swike Ny Teguh. Terletak di Jalan Magelang km 5, warung buka mulai dari pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB. Menu yang ditawarkan juga cukup beragam, antara lain swike semur, swike saus tiram, swike kuah tauco dan masih banyak lagi. Harganya cukup terjangkau, dimulai dari Rp 12.000. 

Olahan Daging Kobra


Mungkin Anda tidak menduga bahwa ada rumah makan di Jogja yang menyajikan berbagai olahan daging kobra. Rumah Makan Kobra terletak di Jalan Hayam Wuruk 19 Lempuyang Wangi, sudah jelas dari namanya restoran ini menyajikan olahan daging hewan melata berbisa tersebut. Menu yang ditawarkan pun bervariasi dan didesain sangat menarik, dimulai dari tongseng kobra, sate kobra, sup kobra, bahkan burger kobra. Harga menu makanannya cukup terjangkau, berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 30.000 saja. 

Tongseng Bulus


Bulus adalah hewan sejenis kura-kura yang hidup di darat dan memiliki cangkang lunak. Oleh Ibu rini, bulus dapat diolah menjadi masakan yang membuat banyak orang penasaran. Tongseng tersebut terdiri dari daging bulus dan sirip bulus yang telah diolah dengan rempah-rempah. Tekstur daging bulus sendiri mirip dengan daging kambing sedangkan sirip bulus lebih menyerupai kikil sapi. Selain itu dijual pula minyak bulus, hati bulus, dan otak bulus. Warung Ibu Rini ini terletak di Jalan Kranggan nomor 1.

Sate Landak


Mungkin tidak pernah terbayangkan bahwa hewan berduri ini bisa diolah menjadi makanan yang lezat. Hal ini ternyata mudah saja karena daging landak ternyata memiliki tekstur yang sangat empuk, tidak kalah dengan sate kambing maupun ayam. Daging landak ini non kolesterol sehingga dipercaya memiliki banyak manfaat antara lain untuk obat asma, penyakit liver, dan diyakini pula dapat meningkatkan vitalitas pria. Jika Anda tertarik cobalah berkunjung ke warung milik Ibu Nur Ika yang terletak di Jalan Magelang. Seporsi sate landak dibanderol dengan harga Rp 12.500. Selain itu tersedia beberapa menu olahan landak lainnya seperti sate hati landak, rica-rica landak, dan rica-rica buntut. 

Belalang Goreng


Hewan yang dianggap hama oleh petani ini, ternyata dapat dijadikan camilan yang gurih dan nikmat. Berawal dari keluhan para petani daerah Gunungkidul yang merasakan kebun mereka yang terganggu oleh banyaknya belalang, hewan tersebut kemudian ditangkapi dan dijadikan santapan. Mengolah belalang goreng sangat mudah, cukup dibumbui bawang putih dan garam kemudian digoreng dalam minyak panas hingga garing. Kamu dapat menemui penjual belalang goreng di pinggir jalan sekitaran kawasan wisata Gunungkidul. Biasanya belalang yang dijual sudah dalam bentuk matang yang dikemas dalam plastik maupun toples namun ada juga yang dijual dalam bentuk mentah. Harga belalang goreng berkisar antara Rp 10.000–Rp 25.000.

Kepompong Goreng


Sama halnya dengan belalang, kepompong ulat ini dianggap hama oleh masyarakat Gunungkidul. Ketika musim hujan dan pohon jati bersemi, kepompong ulat mulai banyak bermunculan, saking banyaknya maka warga Gunungkidul menjadikannya bahan pangan atau camilan layaknya belalang goreng. Cara pengolahannya juga sama seperti belalang goreng, cukup dibumbui dengan garam dan bawang putih kemudian di goreng garing. Warung terkenal menjual kuliner ini adalah Lesehan Pari Gogo yang terletak di Wonosari. 

Sate Kuda


Ternyata kuda tidak hanya digunakan sebagai penarik andong di Jogya. Daging kuda ternyata juga dijual sebagai makanan yang cukup populer di Jogya. Pak Kuntjoro adalah salah satu pemilik warung sate kuda di Jogja, konon katanya warung Pak Kuntjoro ini adalah perintis warung sate kuda di kawasan Jogja dan Jawa Tengah. Dari tekstur dan rasanya daging kuda berbeda dengan sate ayam, kambing, maupun sapi. Daging kuda memiliki tekstur yang lebih empuk dan mudah dicerna oleh lambung serta rendah kolesterol. Daging kuda ini diolah sedemikian rupa dengan bumbu rempah-rempah rahasia sehingga menjadi hidangan yang lezat. Anda bisa mencobanya di warung sate kuda Pak Kuntjoro yang terletak di Jalan Kranggan 64A. 

Bacem Kepala Kambing


Olahan kambing seperti gulai, sate dan tongseng mungkin sudah tidak aneh lagi. Masih jarang orang yang mengkonsumsi bagian kepalanya, namun kepala kambing yang mungkin bagi orang awam terdengar mengerikan ternyata dapat diolah menjadi masakan istimewa oleh H. Sukirman. Beliau adalah pemilik warung bacem kepala kambing yang terkenal di Yogya tepatnya terletak di antara perumahan dekat pasar Kolombo, Jalan Kaliurang km 7. Di warung ini pembeli dapat memilih sendiri organ bagian kepala mana saja yang hendak disantap, seperti otak, lidah, telinga, mata, dan daging pipi. Organ-organ tersebut telah dibacem sehingga menghasilkan paduan rasa antara manis dan gurih yang membuat pembeli ketagihan. 


Itulah 10 kuliner ekstrim yang bisa Anda nikmati saat berkunjung ke kota Jogja. Selain dapat mengoyang lidah, makanan-makanan di atas tentunya dapat menguji nyali Anda untuk menikmati makanan yang tidak lazim seperti biasanya.

0 Response to "9 Kuliner Ekstrim Yogya, Mulai Katak Sampai Kelelawar"

Post a Comment