Enam Orang Ini Jadi Kaya Karena Bisnis yang Anti Mainstream


Siapa orang di dunia ini yang tak ingin menjadi sukses, baik itu dalam karir maupun memiliki bisnis sendiri. Profesi pengusaha memang dikenal memiliki potensi yang besar untuk membuat para pelakunya kaya, namun tak sedikit orang masih ragu-ragu untuk menjadi pengusaha, karena resiko rkerugian yang mungkin ditimbulkan juga tak kalah besar.

Para pengusaha terkaya dunia saat ini kebanyakan didominasi dari sektor teknologi dan keuangan. Ini bukan tanpa sebab, pasalnya, dua sektor tersebut menjadi pemegang aspek strategis kehidupan. Namun ternyata untuk menjadi orang terkaya di dunia, masih banyak ‘lahan’ lain yang juga memiliki potensi kesuksesan yang tak kalah menggiurkan. Setidaknya terdapat beberapa orang yang sukses menjadi kaya dari bisnis yang tak biasa dan mungkin dianggap biasa saja, seperti salah satunya produk permen.

Berikut adalah sejumlah pengusaha terkaya yang sukses dengan bisnisnya yang anti mainstream dan di luar perkiraan kita. 

Sheldon Adelson


Sheldon Adelson adalah pengusaha asal Amerika Serikat yang sukses menjadi kaya berkat usaha kasinonya. Sheldon tercatat memiliki kekayaan mencapai USD 23 miliar atau setara Rp 310,8 triliun. Kekayaan yang dimiliki Sheldon membuatnya menempati peringkat 29 dalam daftar 50 orang terkaya di dunia. Sheldon ternyata sudah memiliki jiwa bisnis sejak kanak-kanak. Sheldon memulai berbisnis sejak usia 12 tahun. Pada saat itu, dia menjadi loper koran.

 
Kemudian kerja kerasnya itu membawanya sukses mendirikan perusahaan jual beli komputer COMDEX. Pada 1995, dia menjual COMDEX seharga USD 862 juta. Melalui hasil penjualan ini, Sheldon membangun salah satu kasino terbesar di Las Vegas yakni Las Vegas Sands.

Georg Schaffler


Georg Schaeffler dan ibunya, Maria Elisabeth-Schaeffler-Thumann, adalah pemilik dari Schaeffler Group. Schaffler juga membentuk perusahaan komponen mesin salah satu yang terbesar di dunia Schaeffler AG.


Schaeffler AG memproduksi komponen mesin jenis laher bambu. Laher adalah bagian penghubung antara tromol dan as roda pada kendaraan bermotor. Fungsi dari bagian ini ialah mengurangi gesekan rotasi roda. Tanpa diduga bisnis ini mampu mengantarkannya menjadi salah satu pengusaha terkaya di dunia Melalui perusahaannya, Schaeffler sukses meraup kekayaan sebesar USD 22,2 miliar atau setara Rp 300 triliun. Kekayaan tersebut menempatkannya di urutan 31 dalam daftar orang terkaya di dunia.

Leonardo Del Vecchio 


Pengusaha Italia ini mencatat kekayaan USD 19,7 miliar atau setara Rp 266,2 triliun. Besaran kekayaan tersebut membuatnya duduk di peringkat 34 dalam daftar orang terkaya di dunia.


Leonardo Del Vecchio merupakan pemilik dari produk kacamata dengan merek Luxottica. Bisnisnya ini dibangunnya sejak 1958. Luxottica juga merupakan pemilik sejumlah merek terkenal lainnya seperti Ray-Ban, Persol dan Oakley. Kekayaan Leonardo dibangun atas kerja kerasnya sendiri usai berjuang di tengah beratnya kehidupan pada masa kecil.

Mars Bersaudara


Forrest Mars Jr., Jacqueline Mars, John Mars menjadi orang terkaya dari bisnis permen. Ketiga bersaudara ini menempati daftar 50 orang terkaya di dunia masing-masing di posisi 19, 20, dan 21.

Pengusaha asal Amerika ini masing-masing mencatat kekayaan USD 28,6 miliar atau setara Rp 386,4 triliun. Ketiga bersaudara ini merupakan penerus perusahaan kakeknya Frank C. Mars yakni Mars Inc.


Mars Inc memulai bisnis ini pada 1911 dengan memproduksi permen di dapurnya di Tacoma, Washington. Beberapa produk Mars Inc yang terkenal antara lain M&M Snickers.

Itulah beberapa pengusaha di dunia yang sukses berkat bisnisnya yang anti mainstream. Terbukti, kita tidak perlu melulu mengikuti arus untuk dapat menjadi sukses. Selain itu kunci utamanya adalah kerja keras dan pantang menyerah. Semoga menjadi inspirasi ya!

0 Response to "Enam Orang Ini Jadi Kaya Karena Bisnis yang Anti Mainstream"

Post a Comment