Anak yang Kecanduan Gadget Beresiko Alami Mata Juling

Saat ini penggunaan gadget baik berupa smartphon ataupun tablet sudah menjadi hal yang umum di masyarakat. Hampi setiap orang memiliki setidaknya satu gadget yang mereka gunakan sehari-hari. Tingginya angka penggunaan gadget disebabkan oleh perkembangan tren, didukung oleh banyaknya produsen yang menawarkan harga terjangkau.

Tak hanya orang dewasa, kini anak-anak pun seakan kecanduan pada gadget. Jika dulu anak-anak lebih senang bermain di luar rumah, kini mereka seakan 'terikat' pada gadget masing-masing. Ada yang suka bermain gam, berfoto, hingga bermedia sosial. Hal tersebut merupakan fakta yang sulit terbantahkan melihat banyaknya anak yang menggunakan gadget pintar, khususnya di perkotaan.

gambar via dailymail.co.uk
Namun, tahukah Anda jika penggunaan gadget pintar pada anak beresiko menyebabkan mata juling? Dikutip dari dailymail, seorang peneliti di Korea Selatan telah melakukan observasi pada anak-anak yang sering menggunakan gadget dan menemukan bahwa mereka beresiko lebih besar mengalami  'strabismus konvergen sementara' atau lebih dikenal dengan mata juling.

Para ahli di National University Hospital Chonnam Seoul, menemukan hubungan antara penggunaan gadget pintar dan mata juling pada 12 anak  berusia 7-16 tahun yang menggunakan gadget mereka selama 4-8 jam sehari. Rata-rata anak menggunakan gadget dengan jarak 12 inchi dari wajah, yang bisa dikatakan sangat dekat sehingga membuat kepala mereka menunduk sepanjang waktu menatap layar gadget. Hal itu menyebabkan mata terpaku pada satu titik hingga elastisitas otot mata mengalami perubahan. Hasilnya, mata anak pun menjadi juling.

Secara keseluruhan, mereka menghabiskan sebagian besar waktu berkiirm pesan rata-rata 94,6 menit setiap hari. Mereka menghabiskan 48,5 menit menggunakan email dan 38,6 menit memeriksa Facebook, sementara surfing bebas internet dilakukan sekitar 34,4 menit dan mendengarkan musik 26,9 menit. Beberapa hal yang membuat kecanduan gadget makin meningkat adalah penggunaan Pinterest dan Instagram, termasuk penggunaan game.

gambar via dailymail.co.uk
Para ahli menyarankan pada orang tua agar mengawasi penggunaan gadget pada anak dan memberi waktu pada mata untuk istirahat, setidaknya 30 menit sekali. Resiko mata juling tak hanya berpotnsi dialami anak, namun juga remaja.

Sebuah statistik menyebutkan bahwa rata-rata remaja perempuan bisa menghabiskan hingga 10 jam sehari hanya untuk bermain gadget pintar, dan 8 jam rata-rata untuk remaja pria. Hal tersebut tentu sangat memprihatinkan sebab waktu mereka justru tersita hanya untuk menatap layar smartphone tanpa melakukan hal lain yang lebih produktif. Lebih mngejutkan, 60 persen remaja menyatakan tak bisa jauh-jauh dari gadget mereka alias kecanduan.

Disarankan untuk mengajak anak melakukan berbagai aktifitas atau hobi yang lebih produktif di sela-sela waktu bermain gadget. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Anak yang Kecanduan Gadget Beresiko Alami Mata Juling"

Post a Comment