4 Kegilaan Jepang di Masa Lalu yang Jarang Diketahui

Jepang adalah salah satu negara Asia dengan warisan budaya yang kaya. Kebudayaan Jepang yang unik telah terdengar hingga ke penjuru dunia. Tak hanya budayanya, Jepang juga memiliki gaya hidup yang unik dan seringkali membuat tren gaya hidup yang aneh namun digemari oleh banyak orang. Sebut saja tren berpakaian yang nyentrik, gadget dengan ungsi yang nyeleneh hingga kuliner yang ekstrim.

Nah, 'kegilaan' Jepang ternyata sudah dimulai jauh sebelum era digital saat ini. Kehidupan masyarakat Jepang di masa lalu ternyata cukup mengerikan. Banyak sekali hal barbar terjadi selama bertahun-tahun, namun kini seakan telah hilang dari sejarah. Sedikit saja dari hal-hal tersebut yang diketahui oleh masyarakat masa kini.


Dikutip dari laman Listverse, berikut adalah beberapa kegilaan budaya Jepang di masa lalu yang jarang diketahui orang banyak. Silahkan disimak.

Samurai suka membunuh sembarang orang hanya untuk menguji ketajaman pedangnya


Pada jaman Edo, Jepang dikuasai oleh para samurai. Kabarnya, pedang para samurai ini bisa membelah tubuh manusia hanya dalam sekali tebasan. Untuk berlatih, biasanya para samurai akan menggunakan tubuh para kriminal atau mayat tak beridentitas. Namun, pada tahun 1600-an, muncul sebuah fenomena bernama 'Tsujigiri'. Para samurai seringkali asal menyerang warga yang melintas di jalan hanya untuk menguji ketajaman pedangnya. Hampir setiap malam, ada saja korban yang jatuh karena fenomena nyeleneh ini. Pada tahun 1902, tsujigiri pun resmi dilarang karena sangat meresahkan.

Tentara Jepang akan memotong kepala, hidung dan telinga musuh sebagai piala kemenangan


Di bawah pimpinan legendaris Toyotomi Hideyosh, Jepang melakukan invasi besar-besaran pada Korea pada tahun 1592-1598. Invasi ini sangat-sangat brutal dan telah menelan jutaan nyawa rakyat sipil Korea. Walaupun akhirnya invasi ini dihentikan, para tentara seringkali mengirimkan potongan kepala musuh ke Jepang sebagai piala persembahan. Namun, karena prosedur pengirimannya sangat sulit, mereka pun menggantinya dengan memotong bagian hidung dan telinganya saja. Jumlah potongan hidung yang tercatat mencapai 20.000 hidung, dan telah dikembalikan ke Korea pada tahun 1992. Sebuah monumen pun didirikan untuk 'mengenang'peristiwa barbar tersebut.

Ratusan siswi Jepang dipaksa menjadi perawat saat Perang Dunia


Pada April 1945, daerah Okinawa di jepang diserang oleh sekutu dan menyebabkan kematian hingga 200 ribu orang. Untuk menangani kebutuhan medis, 200 lebih pelajar perempuan usia 15-19 tahun dipaksa menjadi perawat. Mereka memberi makan pada tentara, mengobati luka, bahkan melakukan amputasi dan operasi jika diperlukan. Tragis, jasa mereka justru dibayar dengan pengeboman dalam sebuah gua tempat mereka bersembunyi. Sebagian lagi juga telah ditemukan bunuh diri menggunakan granat karena tak tahan dengan situasi perang. Untuk mengenang para gadis tersebut, didirikan sebuah monumen dan museum 'Himeyuri Girls'.

Jepang memiliki senjata nuklir yang tak kalah hebat pada Perang Dunia II


Jauh sebelum bom nuklir mengguncang Nagashaki dan Hiroshima, Jepang sebenarnya telah merancang senjata nuklir mereka sendiri.Proyek tersebut dikepalai oleh Yoshio Nishina. Walaupun sulit, Jepang perlahan menyelesaikan senjata maha dahsyat tersebut untuk berjaga-jaga dari serangan musuh. Naas, sebelum senjata diluncurkan, jepang sudah dibombardir terlebih dahulu oleh Sekutu. Pada waktu bersamaan pula, pasukan nazi diketahui sedang menuju ke Tokyo untuk mengantarkan 540 kilogram uranium oksida, bahan pembuat senjata nuklir.

Itulah beberapa sejarah kegilaan Jepang di masa lalu yang seakan telah hilang dari ingatan dunia. Banyak sekali hal yang telah menyumbangkan tinta gelap dalam perjalanan sejarah negara ini, salah satunya adalah perang. Semoga tragedi kemanusiaan di atas tidak pernah terjadi lagi di masa mendatang ya.

0 Response to "4 Kegilaan Jepang di Masa Lalu yang Jarang Diketahui"

Post a Comment