Mengapa Ki Hajar Dewantara Hanya di Kenang Pada Tanggal 2 Mei?

Diantara kita siapa yang belum mengetahui atau pun belum pernah mendengar Ki Hajar Dewantara ? Tentunya tidak gaul jika kita sampai belum pernah sekali pun mendengar namanya. Jangan-jangan kita itu tidak sadar jika pada tanggal 2 Mei merupakan hari yang sangat penting. Mentang-mentang tanggal tersebut bukan tanggal merah, jangan sampai kita itu lupa dan juga tidak tahu. Tepat tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional yang tentu saja di pelopori oleh Ki Hajar Dewantara. Lalu siapa sosok yang satu ini?
Ki Hajar Dewantara adalah seorang pejuang pendidikan, pada tanggal 2 Mei yang diperigati sebagai Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional merupakan tanggal kelahiran dari Ki Hajar Dewantara. Nama asli dari Ki Hajar Dewantara yaitu Raden Mas Soewardi Soeryaningrat yang lahir pada lingkungan Kraton Yogyakarta pada tanggal 2 Mei tahun 1889. Sebagai golongan yang terpandang, Ki Hajar Dewantara berhak mengenyam sebuah pendidikan pada Sekolah Dasar ELS atau pun Sekolah Dasar Belanda dan juga melanjutkannya ke STOVIA yaitu Sekolah Dokter Bumiputera.
Dikarenakan kondisi tubuh Ki Hajar Dewantara pada saat itu sangat lemah dan juga sakit, maka beliau tidak sempat untuk bisa menyelesaikan pendidikannya dan beliau justru bekerja sebagai seorang wartawan di beberapa surat kabar karena bakat menulis beliau yang sangat handal, tajam, komunikatif dan juga patriotik sehingga beliau mampu untuk bisa membangkitkan semangat anti-kolonial untuk para pembacanya.
Pada tahun 1908, Ki Hajar Dewantara kemudian bergabung bersama sebuah organisasi Boedi Oetama dengan Douwes Dekker atau pun Dr. Danudirdja Setyabudhi dan juga dr. Cipto Mangoenkoesoemo. Merekat bertiga kemudian membentuk sebuah partai yang bernama Indische Partij yang merupakan sebuah partai politik yang pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia yaitu pada tanggal 25 Desember pada tahun 1912 dengan tujuan untuk dapat memerdekakan Bangsa Indonesia.
Namun sayangnya partai yang dibentuk oleh Ki Hajar Dewantara bersama kedua temannya tidak mendapatkan izin dari pemerintahan Belanda dikarenakan bisa membangkitkan dan juga dapat menentang kolonial Belanda. Tidak ingin kala, toko yang selalu disebut dengan nama Tiga Serangkai ini kemudian mendirikan lagi Komite Bumipoetra pada bulan November tahun 1913 sebagai bentuk penentanagan dari komite perayaan 100 tahun kemerdekaan bangsa Belanda dari penjajahan negara Prancis. Beliau kemudian menulis tulisan yang diberi judul Als Ik een Nederlander Was atau pun jika kita terjemahkan yaitu seandainya aku seorang Belanda.
Akibat dari kritikan tersebut, maka tokoh Tiga Serangkai ini kemudian mendapatkan sebuah hukuman dibuang tanpa diadili terlebih dahulu. Mereka kemudian dibuang di negara Belanda. Selama mereka dibuang, tokoh Tiga Serangkai tersebut memanfaatkan sebuah kesempatan untuk bisa mendalami ilmu pendidikan. Ketika mereka bertiga kembali ke Indonesia, Ki Hajar Dewantara kemudian mendirikan Taman siswa pada tangga 3 Juli tahun 1922. 3 hal yang sudah sangat terkenal sekali dari tokoh Ki Hajar Dewantara yaitu pola kepemimpinan di dalam pendidikan yaitu Ing ngarso tulodho, Ing madyo mangung karso, Tut Wuri Handayani atau pun jika kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu Di depan memberi contoh, Di tengah memberi bimbingan, Di belakang memberi dorongan.

Perjuangan Ki Hajar Dewantara yang merupakan bapak pendidikan nasional ini apa hanya akan kita kenang pada tanggal 2 mei saja tanpa kita melakukan apapun. Akankah Ki Hajar Dewantara hanya kita kenang di dalam benak kita sela satu hari atau pun bahkan hanya persekian detik saja. Perjuangan di dalam pendidikan juga sekarang ini berada di tangan kita yaitu putera puteri bangsa.

0 Response to "Mengapa Ki Hajar Dewantara Hanya di Kenang Pada Tanggal 2 Mei?"

Post a Comment