Menguak Indahnya Calon Ibu Kota Negara Indonesia

Rencana pindahnya ibu kota Indonesia sekarang ini sudah semakin hangat di perbincangkan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu kota yang akan menjadi Ibu Kota Indonesia yang akan menggantikan Jakarta adalah Kota Palangkaraya.

Palangkaraya adalah kota yang terbilang baru. Berada di pulau Kalimantan, Palangkaraya ini dibangun oleh Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno tahun 1975. Dahulu Palangkaraya ini hanyalah sebuah desa yang bernama Pahandut. Pembangunan daerah ini tentunya bukan tanpa alasan, Presiden Ir Soekarno telah bercita-cita ingin menjadikan Palangkaraya sebagai Ibu Kota Indonesia.
Hampir 72 tahun lamanya Indonesia telah merdeka, namun mimpi dari Ir Soekarno itu belum juga terwujud. Pada masa pemerintahan Jokowi, wacana tentang pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Palangkaraya kembali hangat diperbincangkan. Tentu kita sangat penasaran sekali hal yang menarik dari Palangkaraya. Berikut ini adalah destinasi wisata Palangkaraya yang merupakan calon Ibu Kota Negara Indonesia.

  1. Memperkenalkan Icon Palangkaraya
Sungai Kahayan merupakan sungai yang sangat penting sekali yang berada di Kalimantan Tengah dan juga menjadi sumber bagi kehidupan masyarakat setempat. Jembatan kahayan ini pun menjadi sebuah ikon yang khusus sekaligus sebagai destinasi wisata yang berada di Palangkaraya. Jembatan ini mempunyai panjang 640 meter dengan lebar sembilan meter. Jembatan ini membentang luas di atas sungai kahayan yang merupakan pusat perekonomian masyarakat yang berada di Kalimantan Tengah. Wisatawan tentunya dapat menyusuri sungai kahayan dengan cara menaiki perahu. Kemegahan jembatan ini juga bisa kita lihat dari bawah.

Alasan Palangkaraya bisa menjadi pengganti kota Jakarta bisa kita lihat dari sungainya. Sungai yang berada di Kalimantan ini menjadi jalur transportasi utama untuk warga. Aliran sungai di sini sangat besar namun tidak akan menimbulkan bencana banjir. Jembatan Palangkaraya diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 13 Januari tahun 2002. Jembatan ini adalah jembatan yang paling besar dan juga paling megah yang berada di Kalimantan Tengah. Jembatan ini menghubungkan pusat kota Palangkaraya dengan kelurahan Pahandut seberang dan juga bisa tembus ke kabupaten Pulang Pisau, Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Gunung Mas dan yang lainnya. Jika kita tertarik mencobanya tentunya kita harus menyusuri Kalimantan Tengah dengan menggunakan perahu.

  1. Rumah Betang Khas Suku Dayak
Seperti halnya di provinsi yang lainnya yang berada di Indonesia, Kalimantan tengah juga mempunyai rumah adat. Jika kita berkunjung ke kota Palangkaraya, kita tidak boleh lupa untuk melihat Rumah Betang yang merupakan rumah suku dayak. Suku dayak sudah mendiami Kalimantan tengah dan juga beberapa provinsi yang berada di pulau Kalimantan.

Rumah betang ini mempunyai bentuk rumah panggung dan bentuknya memanjang. Bahan utama dari rumah betang ini adalah kayu ulin dikarenakan kayu ini sangat keras. Pada bagian tengah rumah, sebuah anak tangga dengan diaping dua sisi pun menjadi penghubung diantara halaman dan juga rumah. Menariknya, pada bagian depan rumah ini lazimnya ada tiang sapundu yang selalu digunakan untuk mengikat binatang ketika upacara adat.

Sementara itu, pada bagian belakang rumah terdapat bangunan kecil yang selalu dimanfaatkan untuk bisa menyimpan hasil dari panen atau pun menyimpan senjata. Ada juga bangunan yang khusus untuk menyimpan tulang keluarga yang telah meninggal dunia sampai rumah untuk pemujaan leluhur.
  1. Palangkaraya Mempunyai Danau Berwarna Kemerahan
Palangkaraya mempunyai danau yang arinya mempunyai warna kemerahan. Berada di sebuah desa Tahai maka danau tersebut diberikan nama Danau Tahai. Tepatnya yaitu di kelurahan Tumbang Tahai Kecamatan Bukit Batu Kota Palangkaraya. Danau Tahai ini berada sekitar 30 KM dari pusat Kota.
Keistimewaan danau ini yaitu permukaan airnya mempunyai warna kemerahan. Yang paling jelas terlihat yaitu ketika kita berjalan di sekitar jembatan kayu yang dekat dengan kawasan hutan. Menurut sebuah penelitian, warna merah yang berada di danau tahai ini berasal dari sebuah air tanah gambut dan juga dari akar-akar pohon lahan gambut. Sementara itu warna hijau dari pepohonan yang berada di pinggir danau dan juga birunya langit menjadi sebuah perpaduan yang apik.

Wisatawan dapat menikmati kuliner yang berada di danau tahai dikarenakan terdapat sebuah rumah makan. Ada juga fasilitas penyewaan perahu kecil dan juga rumah yang terapung.

  1. Tugu Soekarno
Jika kita ingin mengenal sejarah dari kota Palangkaraya, tugu Soekarno adalah tempatnya. Di sinilah batu yang pertama Kota Palangkaraya di letakan oleh Presiden Ir. Soekarno tepatnya pada tanggal 17 Juli tahun 1975. Palangkaraya kini menjadi ibu kota dari Provinsi Kalimantan Tengah.

Tugu Soekarno ini terdiri dari 17 pilar yang mempunyai arti yaitu senjata untuk berperang. Tugu Api mempunyai arti tidak kunjung padam, semangat kemerdekaan dan juga membangun. Sedangkan makna dari angka 17 melambangkan hikmah dari proklamasi kemerdekaan RI. Segi lima bentuk tugu melambangkan dari pancasila yang mengandung arti ketuhanan yang maha Esa.

0 Response to "Menguak Indahnya Calon Ibu Kota Negara Indonesia"

Post a Comment