Ciri Guru yang Bermutu

Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya hebat, tapi guru bermutu bisa melahirkan ribuan orang hebat. Sebagian besar guru ialah orang hebat, menurut Robert Kiyosaki. Hanya masalahnya, kebanyakan guru dan orang tua mempunyai sistem pendidikan yang sama. Banyak guru yang frustasi, banyak guru di dorong berubah. Sayangnya, industri pendidikan mulai banyak perubahan. Di semua sektor industri, seperti industri pendidikan sangat mempunyai banyak waktu jeda kedua yaitu lima puluh tahun.
Sistem pendidikan tidak bergantung pada perubahan. Sistem pendidikan ditemukan di era agraris, diperbarui secara marginal di era industri dan yang terjadi yaitu kurang melayani generasi muda di era informansi yang bergerak sangat cepat dan terus berubah. Apa yang di kemukakan oleh Robert KIyosaki dia bisa menjawab dan menjelaskan persoalan pendidikan atau pengajaran yang tak pernah kunjung selesai.  
Setelah penelitian, guru telah membuktikan perbaikan selama lima tahun pertama mengajar yang kemudian cenderung melempem. Guru dengan pengalaman dua puluh tahun keraf tidak efektif tapi rekan mereka yang hanya memiliki pengalaman di dalam kelas efektifnya  hanya lima tahun (Song & Felch, 2009).

Artinya, guru selesai lima tahun! setelah lima tahun mengajar, guru akan mandeg. Hal tersebut terjadi karena para guru frustasi. Benar yang di katakan Kiyosaki guru tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan sebab sistem pendidikan yang lambat merespons perubahan. Dalam reformasi pendidikan hampir di semua negara, tidak kecuali Indonesia, salah satu cara untuk menjadi fokus bagaimana mendorong guru mencapai standar lebih tinggi dengan menjaga syarat akademik dan kognitif untuk menjadi guru, misal menentukan syarat minimal guru adalah S1 atau program sertifikasi guru.  
Tapi sejauh mana hal itu berdampak pada perbaikan atau peningkatan mutu pembelajaran? Apa mungkin akan sedikit terkejut jika melihat hasil penelitian yang di lakukan oleh Tomas j. Kane Douglas Staiger dan Robert Gordon. Kelompok peneliti dibeberapa universitas di AS meneliti mana yang lebih baik, guru yang memiliki sertifikat mengajar atau magister.
Mengajar yang baik adalah faktor utama dalam pembelajaran siswa. Pengajaran yang lebih penting dari kurikulum, pengaturan ruang kelas, rekan sebaya, pendanaan, dan ukuran sekolah dan kelas, kepala sekolah (Hattie, 2003). Di akui atau tidak,  guru adalah peranan penting dalam keberhasilan proses pendidikan. Guru adalah tokoh utama dalam pendidikan. Siswa belajar atau tidaknya, itu tergantung gurunya. 
Erick Hanushek adalah seorang ahli ekonomi di Stanford University bahkan dia meyakini pengaruh guru mengalahkan pengaruh sekolah. Secara provokatif dia mengungkapkan , “anak anda lebih baik ada di sekolah yang jelek yang gurunya hebat daripada di sekolah bagus dengan guru payah.” pendidikan pun mulai menyarankan ialah yang paling penting mencari orang-orang yang berpotensi untuk menjadi guru hebat melebihi untuk memikirkan anggaran pendidikan, ukuran kelas, dan rancangan kurikulum. Betapa hebatnya guru. 
Agar guru tetap hebat, tidak hanya selesai dalam lima tahun pertama mengajar. Setelah itu tidak melakukan apa-apa. Guru harus tetap menjaga kewarasan. Guru yang yang hebat ialah guru yang waras. Di tengah arus perubahan, sementara pendidikan stagnan guru harus bisa menjaga kewarasan ya. Untuk tetap waras, guru harus selalu melihat dan menimbang-nimbang kembali setiap pengalamannya secara tenang dan mendalam. Inilah fraktik reflektif yang harusnya dihidupi guru. Sebab hanya lewat refleksi guru dapat menjaga kesadarannya. Hanya dengan praktik reflektiflah guru mengunduh makna.
Bagi guru, kemampuan untuk melakukan refleksi adalah salah satu proses menjadi pengajar yang baik. Proses praktik reflektif bisa membantu guru berpikir untuk keputusan mereka dan mempertimbangkan perubahan yang bisa meningkatkan pembelajaran untuk semua siswa mereka. Praktik ini juga bisa membantu guru menyiapkan strategi dan model mengajar lebih baik untuk memenuhi kebutuhan siswa (Eggen & Kauchak, 2012).
Hasil penelitian bahwa praktik reflektif sangat membantu guru jadi lebih sensitif terhadap perbedaan individual  siswa bisa membuat guru menyadari dampak pelajaran mereka terhadap pembelajaran ( Gimbel 2008.) kapasilitas yang terlibat dalam proses praktik ini menjadi salah satu sarana peningkatan kualitas proses pendidikan (Brockbank & McGill, 2007).

Bagaimana guru menjadi teladan bagi siswa nya bila jika dia punya banyak masalah?
Apa yang selalu di ingat siswa dari seorang guru ialah apa yang di lakukan, sikap dan perilaku, melebihi materi pelajaran yang di ajarkan sang guru. Seperti yang di katakan  Ignatius Loyola yaitu teladan guru lebih penting dari pengetahuan mereka sebagai sarana pembentukan penghayatan dan nilai nilai bagi para siswa. Guru yang hebat adalah guru yang sanggup menyentuh hati dari sisi manusiawi peserta didik. Bagi guru yang bisa megobarkan api dalam dada, untuk bergerak, bergulat, hingga bisa menemukan kebenaran itu sendiri. 

0 Response to "Ciri Guru yang Bermutu"

Post a Comment