Menikah Dulu Vs Karir Dulu

Setelah kita lulus kuliah dan bekerja, tahapan berikutnya yang harus kita hadapi yaitu menikah. Pada usia 20-an memang usia yang sangat ideal sekali untuk dapat memulai membangun rumah tangga. Namun di waktu yang bersamaan, pada usia ini merupakan usia yang produktif yang tentunya kesempatan untuk menentukan karir yang memang sangat terbuka sekali. Hal ini menjadi dilema untuk kita semua, menikah terlebih dahulu atau pun menunda untuk menikah demi karir yang akan berkembang. Manakah yang harus kita pilih?
JIKA MENIKAH TERLEBIH DAHULU
Pilihan untuk melangsungkan pernikahan tentunya sangat tepat untuk kita yang ingin segera berkeluarga dan mempunyai anak. Suka atau pun tidak, nyatanya wanita memang mempunyai jam biologis. Kita mungkin saja masih dapat mempunyai keturunan ketika usia 40 tahun, namun perlu kita ketahui karena semakin bertambahnya usia, maka akan semakin tinggi juga resiko kesehatan untuk ibu dan juga janin. Para ahli juga menyarankan untuk melahirkan sebelum kita itu memasuki usia 35 tahun, mengingat berbagai macam gangguan terhadap kesehatan yang bisa mengancam terhadap kehamilan.
Lagian karir itu dapat berjalan dengan pernikahan. Begitupun dengan ambisi kita untuk dapat mencapai kesuksesan tidak akan sirna hanya dikarenakan kita telah berumah tangga. Malah sudah banyak diakui oleh pasangan yang sudah menikah, bahwa menikah akan membuat mereka itu akan menjadi lebih bersemangat dan juga akan fokus untuk bekerja demi mewujudkan masa depan keluarga yang bahagia. Pasangan yang telah menikah biasanya mempunyai banyak sekali target, seperti halnya membeli rumah, mempunyai kendaraan, investasi atau pun travelling. Target yang telah disebutkan tadi tentunya akan sangat mudah sekali dan juga akan lebih cepat terealisasi jika di lakukan bersama-sama.
Selain akan mencapai target, pasangan juga dapat menjadi rekan atau pun partner yang sangat tepat sekali untuk dapat mendukung, membantu atau pun mengingatkan kita tentang mimpi yang selama ini kita simpan di dalam laci.
Hal sperti ini pun telah diakui oleh Evin Thoriq, suami dari Fuji Lestari yang sudah membina keluarga hampir 10 tahun. Evin menikah ketika berusia 23 tahun. Namun hal seperti ini tidak menghentikan langkahnya di dalam menggapai mimpinya untuk berkarir di bisnis kuliner yang terus dijalaninya. Bahkan bersama sang istri, Evin berhasil mengembangkan makanan tradisional Jawa Barat, Cireng dengan sebutan Cireng Banyur yang di produksi oleh D’Kongres. Hanya di dalam kurun waktu 2 bulan Evin Thoriq sudah bisa membeli mobil dan bisa membantu warga sekitar menjadi karyawan D’Kongres.
“Justru setelah menikah karir sayang menjadi berkembang dikarenakan saya dan istri saya selalu bekerja sama untuk membuat usaha kuliner,” Uca Evin yang mempunyai 2 orang anak ini.
Namun harus kita akui, bahwa berkarir dengan status telah menikah memang tidak mempunyai kebebasan seperti halnya orang yang belum menikah. Terlebih lagi jika kita itu telah dikarunia anak. Banyak sekali hal yang akan menjadi pertimbangan ketika kita harus bekerja ke luar kota. Bahkan mungkin saja tidak jarang kita itu harus mendelegasikan tugas kita terhadap rekan kerja dikarenakan kita harus merawat anak yang sedang sakit. Tentunya hal seperti ini dapat berimbas terhadap performa kerja kita.
Oleh karena itu sangat penting sekali mengedepankan profesionalisme ketika berada di dalam kantor. Kita tidak boleh mencampurkan urusan rumah tangga dengan pekerjaan. Apalagi jika kita dan juga suami bekerja di kantor yang sama. Selain itu kita harus bisa membagi peran dan juga tanggung jawab sehingga kita bisa lebih mudah untuk dapat menjalankan berbagai fungsi.
JIKA MEMILIH KARIR TERLEBIH DAHULU
Berbeda halnya dengan orang yang telah berkeluarga, waktu dan juga fokus tentunya bukan menjadi permasalahan untuk yang masih lajang di dalam meniti karir. Apapun pekerjaannya, kapanpun harus bisa diselesaikan, tentunya mereka tidak akan mempunyai banyak sekali pertimbangan di dalam mengerjakannya. Tugas ke pelosok negeri juga bukan suatu penghalang, malahan akan menjadi tantangan dikarenakan kita dapat mendedikasikan full seratus persen waktu dan juga akan fokus untuk sebuah pekerjaan.
Komitmen yang sangat tinggi akan ditunjukan oleh orang yang masih lajang yang memang pada akhirnya akan bisa membuahkan karir atau pun posisi yang lebih baik lagi. Fokus hanya pada dirinya sendiri juga sangat memungkinkan sekali untuk kita agar bisa meraih impian-impian yang besar untuk dapat menduduki posisi yang sangat tinggi di kantor atau pun bisa mengambil gelar master di luar negeri bukanlah perkara yang sulit.
Karir yang baik biasanya akan berbanding lurus dengan pemasukan yang baik sehingga hal ini bisa membawa kita terhadap kemandirian finansial. Semua kebutuhan pribadi mulai dari kebutuhan primer sampai kebutuhan tersier bisa kita penuhi sendiri tanpa kita harus mengandalkan orang lain. Kemapanan finansial ini akan membuat kita dapat melakukan apapun yang tentunya kita inginkan bersama orang-orang yang dekat dengan kita.
Selain itu keleluasaan waktu juga dapat membuat kita bisa mempunyai peran yang banyak di kehidupan masyarakat, misalnya saja dengan menjadi seorang relawan atau pun menjadi seorang pegiat di berbagai macam organisasi. Namun seiring dengan waktu yang berjalan, teman-teman yang usianya sama dengan kita akan mulai disibukan dengan keluarganya. Waktu yang dapat kita habiskan dengan teman juga akan menjadi berkurang. Bahkan ada waktunya kita akan merasa ditinggalkan oleh teman-teman kita yang sudah menikah dikarenakan bagaimanapun juga keluarga akan menuntut tingkat komitmen yang sangat tinggi. Kita sungguh tidak bisa menyalahkan mereka.
Jangan sampai status yang lajang atau pun yang menikah menjadi hambatan untuk dapat mengejar masa depan yang lebih baik. Apapun pilihan kita, harus dapat dipastikan itulah yang akan membuat kita hidup bahagia. Saatnya kita harus menghargai pilihan dan mencintai hidup.

0 Response to "Menikah Dulu Vs Karir Dulu"

Post a Comment