Mengapa SIM disebut ‘Surat’ tapi KK disebut ‘Kartu’

Mungkin kebanyakan orang di Indonesia sudah mempunya Surat Izin mengemudi dan Kartu Keluarga. Akan tetapi, Tahukah kalian ?, mengapa di negara ini istilah surat dan kartu seolah terbalik ?. Hal itu terbukti dengan penggunaan kata SIM (Surat Izin Mengemudi) dan KK (Kartu Keluarga).
Jika dilihat dari segi penalaran berdasarkan ilmu atau logika, SIM yang menggunakan istilah surat, seharunya menggunakan lembaran kertas untuk bukti kepemilikan. Tapi pada kenyataannya, SIM justru berbentuk kertas kecil tebal berbentuk persegi panjang. Hal itu berbanding terbalik dengan KK, dimana KK yang memakai istilah kartu, malah menggunakan kertas untuk bukti kepemilikan.
Hal itu membuat kita bertanya-tanya, mengapa sih tidak diubah saja kedua istilah tersebut menjadi, ‘Kartu Izin Mengemudi’ dan ‘Surat Keluarga’ ?. Ivan Lanin, seorang pakar internet dan aktivis Bahasa Indonesia mengatakan mengepa istilah itu terbalik. Menurutnya, kedua istilah itu merupakan peninggalan sejarah dan hal itu membuktikan bahwa negara Indonesia sulit untuk hijrah. Istilah itu didapat dari penjajahan Belanda, dimana istilah ‘keterangan mengemudi’ berbentuk buku yang mirip dengan surat.
Sedangkan kartu keluarga dulunya dicetak dari karton manila tebal, sehingga rujukannya bukan surat, tapi kartu. Namun, Ivan Lanin mengemukakan bahwa dirinya belum mendapatkan bukti tertulis dari segi kebahasaan tersebut. Nyatanya sampai saat ini, masih menjadi bahan pertimbangan atau bahan perdebatan tentang kebenaran yang sesungguhnya dari istilah tersebut.

Bagaimana pendapat anda tentang kedua istilah tersebut ?, semoga bermanfaat.

0 Response to "Mengapa SIM disebut ‘Surat’ tapi KK disebut ‘Kartu’"

Post a Comment